Direktur Muri Jaya Suprana, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, dan Plt Gubernur Banten Rano Karno saat press conference di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, (19/8/2014). ( Biro Humas dan Protokol Banten )
Lebak Online - Festival Debus Banten (FDB) di Anyer, Kabupaten Serang, 23 Agustus mendatang, akan masuk catatan Museum Rekor Indonesia (Muri). Fertival ini akan diikuti 2.000 seniman debus dari perwakilan kabupaten dan kota di Banten.
Plt Gubernur Banten Rano Karno melalui siaran pers yang dikirim Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten menjelaskan, Festival Debus Banten merupakan rangkaian kegiatan Banten Beach Festival atau Festival Pantai Banten yang rutin dilakukan setiap tahun. Event tahun kelima ini bertepatan dengan rangkaian HUT ke-14 Provinsi Banten.
"FDB ini sebagai apresiasi terhadap pelestarian budaya Banten serta merupakan kebanggaan bagi masyarakat Banten," kata Rano mendampingi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar saat press conference di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, (19/8/2014).
Menurut Rano, FDB hasil kerja sama Pemprov Banten, Polda Banten, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Banten, dan PHRI Banten ini sebagai upaya mempromosikan pariwisata pantai di Banten.
"Kenapa saya harus ngotot melaksanakan kegiatan di tempat ini di titik nol mercusuar Anyer - Panarukan, karena di tempat ini merupakan sejarah. Apalagi mercusuar ini merupakan heritage dunia, tempat ini ini juga merupakan kultur Banten yang harus dikemas," ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa kesenian debus ada di seluruh kabupaten/kota di Banten, kecuali Tangerang Selatan.
"Nantinya atraksi debus yang akan kita tampilkan yang soft (lembut), tidak dengan atraksi kekerasan sehingga anak-anak bisa menontonnya," katanya.
Sapto Nirwanda mendukung kegiatan Festival Debus Banten. Menurutnya, kegiatan tersebut akan mendorong minat wisatawan berkunjung ke Banten. "Festival debus ini unik dan akan diikuti ribuan orang. Bukan hanya memecahkan rekor nasional, tapi rekor internasional," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten Endrawati menambahkan, Festival Debus Banten akan diikuti 2.000 seniman, yaitu dari Pandeglang 500 seniman, Lebak 500 seniman, Kabupaten Serang 400 seniman, Cilegon 400 seniman, dan Kota Serang 200 seniman.
"Atraksi debus di Banten ini beraneka ragam. Tapi nanti debus yang akan ditampilkan untuk rekor Muri adalah atraksi makan api. Nanti semua peserta makan api untuk ambil Muri," katanya.
Direktur Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana mengatakan, debus merupakan warisan budaya dunia. Kesenian debus hanya ada satu-satunya di dunia yakni di Banten. Oleh karena, itu Muri pantas memberikan apresiasi festival debus bukan hanya rekor Indonesia, namun rekor dunia.
"Piagam World Record nantinya akan ditulis dengan Bahasa Inggris dan harus diakui dunia, karena debus kelasnya dunia," ujarnya. (Aas Arbi)
sumber artikel : http://www.radarbanten.com/read/berita/10/21820/Festival-Debus-Bakal-Raih-Muri.html



