"Kami berharap jalan itu bisa digunakan saat arus mudik Lebaran," kata Kepala Bina Marga Kabupaten Lebak, Wawan di Rangkasbitung, Kamis.
Ia mengatakan, perbaikan jalan Rangkasbitung-Malingping sangat vital untuk menghubungkan daerah Lebak bagian selatan. Saat ini, kondisi jalan tersebut terus dikerjakan sehingga nantinya diharapkan bisa dilintasi arus kendaraan saat Lebaran.
Sebelumnya, kata dia, jalan Rangkasbitung-Malingping kondisinya rusak akibat banyaknya kendaraan yang mengangkut pasir melebihi tonase. Selain itu juga curah hujan di daerah tersebut dalam beberapa bulan terakhir cukup tinggi.
"Kami melaksanakan perbaikan jalan itu untuk akses ekonomi masyarakat sehingga bisa dilintasi selama 24 jam," katanya. Menurut dia, dari 84 kilometer jalan tersebut di antaranya sepanjang 10 kilometer dikerjakan dengan sistem beton dan sisanya hotmiks.
Perbaikan jalan menuju Lebak bagian selatan itu guna menunjang percepatan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Saat ini, masyarakat Lebak yang sumber mata pencahariannya pertanian dan perkebunan sangat mendambakan infrastuktur jalan karena dapat menekan biaya transportasi.
"Kami berharap melalui perbaikan jalan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya menjeslakan.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah mengalokasikan dana pembangunan jalan sekitar Rp 80 miliar dari APBD 2014.
Pembangunan itu, ujar dia, dikerjakan dengan sistem betonisasi dan hotmix agar kondisi jalan bertahan lama. "Kami minta masyarakat agar merawat dan memilihara jalan itu apabila sudah selesai diperbaiki dengan tidak mengangkut barang melebihi tonase," katanya.

No comments:
Post a Comment